Senin, 16 April 2012

Penanganan Pasca Panen kedelai

    Pelaku pasca panen
  1. petani
  2. kelompok tani
  3. petani pengumpul
  4. koperasi
  5. industri
     Penanganan pasca panen pada kedelai adalah sebagai berikut:
  1. pemanenan
  2. pengangkutan
  3. pengeringan
  4. perontokan
  5. pembersihan
  6. pengemasan/penyimpanan
      Adapun faktor yang mempengaruhi penyusutan pada kedelai adalah:
  1. varietas kedelai
  2. kadar air saat pemanenan
  3. pengaruh musim                                       penyusutan akibat:
  4. cara penen                                               tercecer             : 10-15.5%
  5. cara pengangkutan                                    mutu yang jelek : 2.5-8%
  6. cara pengeringan
  7. cara perontokan
  8. cara penyimpanan
Panen
       kedelai harus dipanen pada umur optimum agar kualitas yang dihasilkan baik dan penyusutan akan berkurang. Umur optimum pemanenan untuk kedelai Wilis adalah 88 hari, Orba 85-90 hari, Lokon 73-78 hari. Apabila kedelai dipanen pada kadar air yang tinggi (30-40%) maka warna kedelai akan kusam, pengeringan akan lama, banyak butir keriput, dan susut (kualitas dan kuantitas) tinggi. Setelah dipanen apabila terjadi penundaan pengeringan, kedelai dihamparkan terlebih dahulu.
          Pada umumnya kedelai dipanen secara manual dengan menggunakan sabit atau pencabutan akar. Pemanenan dengan menggunakan sabit, batang kedelai dipotong 5 cm di atas tanah. Untuk pemanenan dengan pencabutan akar, pohon kedelai langsung dicabut dengan akar-akarnya. Pencabutan bersama akar ini akan menyebabkan tanah menjadi kurang subur dan kotoran yang menempel pada buah kedelai akan meningkat.

Pengeringan 
        Pengeringan bertujuan untuk menurunkan kadar air sampai kadar air aman untuk perontokan dan penyimpanan kedelai (14% untuk penyimpanan, 17% untuk perontokan, 12% untuk benih). Pengeringan yang tidak tepat dapat menurunkan mutu kedelai, seperti kandungan protein, pati, minyak, daya simpan, dan viabilitas benih kedelai.
       Faktor-faktor pengeringan antara lain:
  • Kadar air awal
  • Kadar air akhir
  • laju pengeringan
  • suhu pengeringan
  • laju volume udara pengering
  • ketebalan lapisan (produk)
  • tekanan statik
          Pengeringan dapat dilakukan dengan dua cara, secara alami dengan proses penjemuran atau secara mekanis dengan menggunakan mesin pengering.
1. Pengeringan dengan penjemuran
  • biaya murah
  • mudah dilakukan
  • cukup efektif
     Kerugiannya:
  • mutu hasil pengeringan kurang seragam dan konsisten karena penjemuran tergantung pada cuaca
  • waktu pengeringan lama
  • suhu sulit dikendalikan
  • memerlukan tempat yang luas
2. Mesin pengering
  • cepat
  • hasil lebih seragam
  • suhu dapat dikendalikan
      Kerugiannya:
  • biaya pengeringan lebih mahal
      Pengeringan dengan suhu rendah < 43 oC, cocok untuk benih dan pangan
      Pengeringan dengan suhu tinggi    < 80 oC, cocol untuk pakan ternak